http://www.petitiononline.com/MinSun10/petition.html
Hope this petition will make a new change for Korean Film and Drama Industry ^^
Minsun Fighting !!!
“Oppa, gwenchana?” tiba-tiba Bo Young mengejutkan Minho yang sedikit melamun. “ah, tidak apa-apa” sahut Minho sambil tersenyum
“gomawo dongsaeng” sahut Minho lagi sambil menerima rantang yang disodorkan oleh dongsaengnya itu.
“oppa, kau sangat sibuk yah. Boleh aku mampir ke apartemenmu”
“oh, maaf bukannya aku tidak mau tapi setelah ini aku mau pergi lagi” Minho kembali bicara sambil menatap Bo Yong.
“OO. Begitu yah, oppa mau kemana” sahut gadis itu lagi sambil setengah menyidik, jangan-jangan kau mau……”
“aku mau melamar kerja di café yang diberitahukan oleh pak Kim” sahut Minho cepat seakan-akan dia tahu apa yang dipikirkan oleh Bo young.
“Ooooo, baiklah mungkin lain kali” Minho kembali tersenyum kecil melihat tingkah gadis itu. “Baiklah aku pergi sekarang, oppa aza aza fighting” sahut gadis itu kembali sambil mengepalkan kedua tangannya. Minho hanya mengangguk sambil tersenyum dan mengucapkan terima kasih.
Setelah gadis itu pergi Minho segera berjalan menuju ke rumahnya. Dengan agak tergesa dia membersihkan dirinya. Diambilnya kameja kotak-kotak merah dan kaus putih yang tergantung dilemarinya serta celana jeans biru. Hari itu dia ingin berdandan serapi mungkin. Sebelum pergi dia memastikan sejenak apa penampilannya sudah benar2 rapi. Dilihatnya kembali dirinya didepan cermin sambil setengah bergumam pada dirinya sendiri “Minho, aza” setelah itu dia bergegas pergi.
Setengah jam kemudian dia sampai didepan café tersebut, sekilas dia ragu-ragu untuk masuk kedalam café tersebut. Dilihatnya bangunan café 2 lantai bergaya eropa sangat artistik. Dilihatnya kembali papan nama café tersebut Gallery Café Manolin, benar ini alamatnya. Sejenak dia ragu-ragu jika tidak diingatnya kalau dia membutuhkan pekerjaan ini untuk menambah biaya perawatan ibunya.
Akhirnya dengan langkah yang agak berat, dia melangkah masuk, saat dia akan melangkah masuk tiba-tiba sebuah mobil mungil berwarna merah hampir saja menabraknya, untung baginya dia sempat menghindar.
“Yah!!!” Minho yang masih berdiri terpaku berteriak kearah pengemudi mobil tersebut. Saat dia sudah sadar didatanginya mobil tersebut sambil diketuknya kaca mobil tersebut. Saat kaca tersebut diturunkan seorang gadis berkulit putih dan rambut hitam sebahu tiba-tiba berteriak “ah maaf…maaf… benar-benar minta maaf… Gwenchana?? Kau tidak apa-apakan, apa kau terluka” Gadis itu terus berbicara tanpa memberikan Minho kesempatan untuk membuka mulutnya. Dilihatnya gadis tersebut wajahnya terlihat sangat pucat dan sedikit ketakutan.
“Ooo maaf… aku… aku tadi sedang menerima telepon , aku tidak tahu kalau ada orang yang sedang menyebrang” lanjut gadis tadi.
“Yah, agashi” potong Minho cepat menghentikan ocehan gadis itu, lalu dia tiba-tiba tersadar “Mwo…. Yah… kau tahu tidak betapa berbahayanya menerima telepon sambil mengemudi hah” Minho yang sudah sadar berteriak kepada gadis tersebut, “Dan kau” tunjuk Minho “Meskipun kau sudah meminta maaf, tapi sungguh tidak sopan kau berbicara denganku dari dalam mobil begitu”
“Ah arasooo… aku akan keluar” sahut gadis itu lagi pelan sambil menundukkan kepalanya dan melirik kearah Minho yang sedang berdiri disamping mobilnya sambil berkacak pinggang.
“hmmm, maaf apa kau bisa minggir sedikit” kata gadis itu lagi
“mwo… yah, ka…kau…” Minho kembali memandang gadis tersebut dengan tampang agak heran. “Kenapa aku harus minggir lagi, bukankah dengan jarak segini saja kau sudah bisa membuka pintu mobilmu dan keluar” sungut Minho lagi kali ini bibirnya sudah sangat cemberut.
“sudahlah nanti kau akan tau” sahut gadis itu lagi sambil tersenyum. Minho yang masih dengan wajah keheranan hanya bisa memandang gadis yang sedang tersenyum itu lalu dia melangkah agak mundur mengikuti permintaan gadis tersebut.
Klek…. pintu mobil itu terbuka perlahan. Lalu gadis tersebut mengeluarkan sesuatu terlebih dahulu sebelum dia keluar. Sebuah kursi roda, perlahan gadis tersebut duduk di kursi roda yang telah dia keluarkan sebelumnya. Minho yang memandang gadis itu merasa agak bersalah dan sedikit keheranan. Gadis itu terlihat tidak mengalami kesulitan sama sekali seakan-akan dia sudah biasa melakukan itu.
Klek kembali pintu mobil itu ditutup kemudian gadis yang sudah duduk di kursi rodanya mendekat kearah Minho kali ini mereka berhadapan lalu kemudian gadis itu hanya mengucapkan
“Mobil keduaku” sambil tertawa, Minho yang sejak tadi hanya terdiam sambil memperhatikan gadis itu kemudian “aaaa..aa..ku..aku..ka…kau..kau..” tiba-tiba dia menjadi gagap, dia menjadi bingung dan kehilangan kata-kata, dia tidak tahu ingin berkata apa. Tadinya dia ingin mengumpat gadis itu karena sudah membuatnya hampir kehilangan nyawa tapi sekarang dia semuanya seakan-akan lenyap, umpatan-umpatan yang sudah siap dia lontarkan tiba-tiba hilang.
Gadis itu memandangi Minho seakan-akan menunggu Minho untuk bicara. Minho yang tau dirinya sedang dipandangi oleh gadis itu kemudian hanya bisa berkata
“Ka..kau.. lain kali hati-hati kala..u.. menyetir, aras..ooo“ sahutnya lagi dengan agak grogi. Gadis itu kemudian tertawa melihat Minho yang kebingungan. “ah cheomal miane…lain kali aku akan berhati-hati” sejenak mereka berdua terdiam diposisinya masing-masing sampai akhirnya gadis itu bertanya kepada Minho “anooo.. kau mau ke café itu, kau pengunjung café ini” lanjut gadis itu memecahkan kesunyian diantara mereka.
“O… ti..tidak aku mau melamar kerja disini” kali ini Minho yang mulai bisa menguasai dirinya. “O.. tuhan aku sudah terlambat, aku masuk dulu, kau… apa kau pengunjung café ini juga” Minho yang tiba-tiba tersadar karena sejak tadi dia hanya berkutat dengan kejadian ini.
“ahhh…. i..iyee…” gadis itu kembali tersenyum, senyuman yang sangat manis, sejenak hati Minho bergetar lalu tiba-tiba “a..aku masuk dulu, kau.. mau..aku.. bantu…” kata Minho lagi agak canggung.
“o, ti..tidak perlu, aku sudah terbiasa kemari kok” jawab gadis itu juga tidak kalah canggung. Minho kemudian tersenyum lalu berpamitan sebelum gadis itu kembali berteriak “anooo.. siapa namamu tuan”
Minho yang sudah akan masuk kembali berbalik “ Minho… namaku Lee Min Ho..” sambil tersenyum dan kemudian berlalu.
“Minho… Lee Min Ho…, aaa aku Hye Sun” sahut gadis itu tapi Minho sudah berlalu.